Meminta Untuk Memberi, Memiliki Untuk Melepaskan

Meminta Untuk Memberi, Memiliki Untuk MelepaskanMeminta Untuk Memberi, Memiliki Untuk Melepaskan – Beberapa hari yang lalu ketemu seorang mahasiswa S3 di kantin FH UGM, sempat berbicara ngalor ngidul, beliau berbagi ilmu ttg kehidupan yg cukup menarik.

Mas, ilmu agama saya ga canggih. tapi saya mau kasih tau sesuatu tentang ilmu agama dan menikah. sesuatu yg saya temukan dari pernikahan dgn istri saya.

Ilmu agama itu terdiri dari ilmu dunia dan ilmu akhirat. Bedanya? ilmu dunia mengajarkan kita utk terus memiliki dan meminta sampai tidak ada lagi yg bisa dimiliki dan diminta. ilmu akhirat sebaliknya, mengajarkan kita utk terus memberi dan melepaskan sampai tidak ada lagi yg bisa diberi dan dilepaskan.

Mas tahu nggak? menikah itu menyempurnakan agama, karena menikahlah yg mengajarkan ilmu akhirat setelah seumur hidup kamu hanya belajar ilmu dunia.

Gara-gara menikah, saya semakin sadar kalau di dunia ini, kita semua adalah pemimpin tapi bukan pemilik. Uang yg saya dapatkan, tidak pernah saya berpikir bahwa saya memilikinya. waktu yg saya luangkan, tidak pernah saya merasa bahwa saya memilikinya. Apapun yg ada pada diri saya, semuanya bukan punya saya. Semuanya punya keluarga saya.

Sebelum saya menikah, saya nggak pernah belajar ttg ini. saya mengira kalau semua capaian hidup saya adalah milik saya seorang. Sekarang saya mengerti, ini semua milik keluarga. dan terutama, milik Allah Subhanahu Wa Ta’alla.

Karena menikah, saya menjadi lebih bertanggung jawab. saya sadar bahwa semua yg diberikan kepada saya adalah titipan yg harus dijaga, dikelola sebaik-baiknya. Kalau bukan karena menikah, tidak mungkin saya belajar memberi dan melepaskan seperti ini. Saya jg tidak mungkin belajar memiliki dan meminta seperti ini, utk kemudian dipersembahkan kepada keluarga.

Kamu tahu nggak, ilmu akhirat mana yg paling tinggi kesulitannya bagi seorang Bapak? Melepaskan anak-anak perempuannya. Karena bukan saya tidak percaya kepada calon suaminya, melainkan saya yg tidak percaya kepada diri sendiri. sudahkah saya benar-benar menjaga dan merawat anak perempuan saya sampai sekarang?

Itulah yg diajarkan dlm sebuah pernikahan. Meminta utk kemudian memberi. Memiliki utk kemudian melepaskan.

Written by Tono Larrico

Satu pemikiran pada “Meminta Untuk Memberi, Memiliki Untuk Melepaskan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s