SULUK ABDUL JALIL perjalanan ruhani Syaikh Siti Jenar

image

Hai sobat nyleneh.com-kali ini ane ingin share buku yang pernah ane baca,karena menurut ane buku ini bagus dan menggugah hati,buku ini di tulis oleh Agus Suyanto dengan pengantar KH.A Mustofa Bisri
Buku ini berisi tentang Novel yang berorentasi pada sejarah,Novel ini merupakan karya fiksi ilmiah dengan mengangkat tokoh sejarah yang masyhur yaitu Syaikh Siti jenar
Kenapa ane anggap ini menarik?karena Novel ini memberikan persperspektif baru dalam cara pandang terhadap sejarah,dengan merujuk pada kitab-kitab versi cirebon,dalam Novel ini menghadirkan sisi kemanusiawian Syaikh Siti Jenar.
Novel ini hadir tanpa absurditas dan paradoksal,tidak ada tragedi pengadilan oleh Walisongo,apa lagi putusan hukuman mati.
Buku tersebut merupakan bagian ke-dua dari yang pernah ada,dalam buku pertama diceritakan konsep wujud dan maujud serta pengalaman ruhani Syaikh Siti Jenar menuju yang mutlak menyusur jauh pada asal usul Syaikh Siti Jenar hingga berangkat menjalankan ibadah haji ke Makkah,di Makkah inilah Syaikh Siti Jenar “berjumpa” dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq yang mengajarkan tarekat kepadanya.
Pada buku kedua tersebut menceritakan kembalinya Syaikh Siti Jenar dari Makkah,menyebarkan ajaranya,hingga di angkat menjadi Dewan Wali.
Tadi ane menyebutkan pengantar buku tersebut adalah KH.A.Mustafa Bisri yang merupakan tokoh dan Ulama’ berpengaruh dan berjiwa seni tinggi,banyak karya-karya dan fatwa bijak beliau yang tidak asing di telinga kita.dalam pengantar tersebut beliau menyampaikan cara pandang yang benar untuk menyikapi sejarah,dengan isi sebagai berikut.

Membaca Sejarah Tanpa Kepentingan
KH.Ahmad Mustofa Bisri

Orang dengancerdas membaca sejarah kehidupan manusia-termasuk dan khususnya yang baekaitan dengan keimanan-akan menjumpai banyak kekacauan bahkan tragedi ketika nafsu dan urusan kekuasaan (kekuasaan apa saja ) memimpin pihak-pihak berkepentingan
Kekacauan itu tidak hanya pada kehidupan lahir,tapi pada kehidupan pikir dan penalaran.Dalam sejarah umat Islam sendiri kita dapat melihat banyak perilaku tak Islam pada orang-orang Islam.Perilaku ini akibat kekacauan berpikir tercampur dengan semangat keneragamaan yang tidak di tunjang oleh pendalaman pemahaman,plus kebodohan menyadari garis batas yang memang tipis antara ghirah (semangat) keagamaaan dan nafsu yang tersembunyi.Tengoklah kekacauan yang terjadi sejak zaman sahabat Utsman bin Affan hingga sekarang,baik yang jelas asal usul pesoalanya hingga yang samar
Seandainya kekuasaan tidak ikut campur bahkan memimpin kehidupan sampai pada oersoalan keimanan umat sedemikian rupa,saya rasa-secara lahiriah -wujud kehidupan kaum beragama tidak seperti sekarang ini.Tengoklah “sakti”-nya kekuasaan dalam menggiring kehidupan umat selama ini.Setiap penguasa selalu membawa dan mendakwah ” akidah” nya dengan pemaksaan yang memang di mungkinkan oleh kekuasaanya,Jangan coba-coba  berbeda “akidah” dengan pihak yang berkuasa.Ingat,soal wacana qadim-qadits Alqur’an saja telah membawa korban,gara-gara kebenaran hanya milik penguasa.Sabda Pandita Ratu.
Kekacauan yang terjadi di tanah air pun banyak di opinikan sebagai berkaitan dengan soal agama,namun keyakinan saya bergeming: itu hanya buntut persoalan.Persoalan sejatinya adalah ulah pihak berkepentingan ( politik/kekuasaan ) yang bisanya cuma mengajak Tuhan untuk mendukung kepentinganya,namun tidak di tunjang oleh kemampuan sendiri.Dikiranya Tuhan adalah pandai besi yang sewaktu-waktu bisa mereka minta buatkan pedang untuk melawan hamba-hamba-Nya sendiri.Masya Allah.
Demikian karena kekacauan itu,melihat manusia secara utuh sebagaimana adanya barang luks.Apalagi bila manusia itu merupakan pihak yang kalah oleh kekuasaan.Seberapa banayak orang yang mengetahui sirah,riwayat lengkap kehidupan al-Hallaj,misalnya?Bahkan kisah tokoh kita sendiri,Syaikh Siti Abdul Jalil atau Syaikh Siti Jenar,banyak di antara kita hanya tau bahwa Wali Songo tinari itu telah dihukum mati,sebagaimana al-Hallaj, karena ajaranya di anggap menyaimpang.Bagaimana wajah sejarah seandainya yang dekat dengan kekuasaan saat itu justru Syaikh Siti Jenar?Apa yang bakal terjadi jika “akidah” penguasa dengan Syaikh Siti Jenar?
Buku-buku uang ditulis belakangan tentang “tokoh kontroversial” itu umumnya sekedar menjelaskan sebab musabab kenapa ia dihukum.Orang hampir tak pernah disuguhi riwayat pribadinya sebagai manusia beriman.Untunglah ada saudara Agus Suyanto yang menyusun buku tentang tokoh legendaris itu dengan maraji’ (referensi) yang lain sehingga kita bisa membaca riwayat hidupnya yang hanya kita kenal sebagai ” pesakitan” saja.

hal ini membuat ane merasa buku ini menjadi buku yang wajib ane baca,dan ternyata filing ane benar tentang itu.
Maka bagi sobat nyleneh yang belum membaca buku ini,mungkin tidak akan lagi menjumpai di toko buku-toko buku biasa,karena buku ini merupakan buku terbitan lama.
Untuk itu ane mencoba men share pada anda cerita yang ada dalam buku tersebut,dengan maksud bisa berbagi ilmu dan hal baik pada sobat nyleneh.com
Dan mungkin pada edisi share ane nanti,ceritanya akan ane bagi dengan beberapa part,agar lebih menarik dan tidak menjenuhkan
Mungkin ini saja pembuka dari apa yang akan ane share tentang Novel ang berjudul SULUK ABDUL JALIL perjalanan ruhani Syaikh Siti Jenar,mudah mudahan bermanfaat bagi kita semua

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s