Gus Mus Menipu Setan

image

MENIPU SETAN

Pernah suatu ketika Kiai Bisri Musthofa berbincang-bincang dengan sahabatnya, Kiai Ali Ma’shum Krapyak tentang tulis menulis.

“Kalau soal kealiman, barangkali saya tidak kalah dari sampean. Bahkan mungkin saya lebih alim.” kata Kiai Ali ketika itu dengan nada kelakar seperti biasanya.

“tapi mengapa sampean bisa begitu produktif menulis, sementara saya selalu gagal di tengah jalan. Baru separo atau sepertiga sudah macet tidak bisa melanjutkan.”

Dengan gaya khasnya, Kiai Bisri menjawab, “Lha soalnya sampean menulis lillahi ta’ala sih!”

Tentu saja jawaban ini mengejutkan Kiai Ali, “Lho, Kiai menulis kok tidak lillahi ta’ala, lalu dengan niat apa?”

“Kalau saya menulis dengan NIAT NYAMBUT GAWE. Etos saya dalam menulis sama dengan penjahit. Lihatlah penjahit itu. Kalaupun ada tamu, penjahit tidak akan berhenti menjahit. Dia menemui tamunya sambil terus bekerja. Soalnya, bila dia berhenti menjahit, periuknya bisa ngguling. Saya juga begitu.

Kalau belum-belum sampean sudah niat yang mulia-mulia, setan akan mengganggu sampean. Dan pekerjaan sampean tidak akan selesai.

Lha nanti kalau tulisan sudah jadi dan akan disetorkan kepada penerbit, baru kita niati yang mulia-mulia. Li nasyril ‘ilmi atau apa. Setan perlu kita tipu.”

*Dikutip dari biografi KH. Bisri Musthofa

Posted from WordPress for Android

Iklan

Satu pemikiran pada “Gus Mus Menipu Setan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s